Juragan, ayo kita bicara blak-blakan. Bisnis di Surabaya itu keras, Bos! Nggak ada waktu untuk lelet. Harus sat-set (serba cepat). Berani modal, berani spekulasi.
Tapi anehnya, banyak juragan yang berani rugi puluhan juta untuk stok barang, berani bayar sewa ruko mahal. Tapi giliran untuk bayar jasa desain grafis Surabaya yang profesional, yang “keren”, hitungan “sayang uang”-nya keluar!
Hasilnya? Logo berantakan (tidak karuan), spanduk warnanya “nabrak”, kemasan produk makanan kayak “zaman baheula”, seperti desain tahun 90-an.
Akibatnya? Produk Anda yang kualitasnya (mungkin) Juara 1, “tenggelam”, Bos! Kalah saing dengan produk kompetitor (yang mungkin dari Jakarta) yang rasanya biasa saja, tapi “bajunya” gagah, kinclong, dan mentereng. Nyesek, kan?
Mentalitas "Gampang Diatur" Adalah Musuh Terbesar Profit Anda
Penyakit terbesar pebisnis yang saya temui adalah mentalitas “gampang diatur”.
“Desain? Ah, gampang itu. Minta tolong ponakan yang baru bisa Corel, gratis!” “Spanduk? Nggak usah aneh-aneh. Yang penting tulisannya GEDE, warnanya jreng merah kuning hijau, biar kelihatan!” “Logo? Sudahlah, ambil saja gambar dari Google, beres!”
Astaga, Juragan! Ini mentalitas yang bikin Anda boncos (rugi)!
Anda tidak sadar, kalau di zaman sekarang “perang” pertama itu bukan di harga atau di rasa. Perang pertama itu terjadi di MATA. Visual!
Kalau visual bisnis Anda “menakutkan” atau “menjijikkan”, pelanggan sudah ilfil (hilang feeling) duluan sebelum mencoba produk Anda. Tidak peduli rasanya seenak apa, tidak peduli harganya semurah apa. Kesan pertamanya sudah hancur.
Baca juga:
Bongkar Tuntas! 5 'Penyakit' Visual yang Bikin Bisnis Surabaya 'Jalan di Tempat'
Oke, ini “daging”-nya. Saya akan bedah satu per satu, 5 penyakit visual akut yang bikin bisnis Surabaya (yang seharusnya sudah “kakap”) jadi “jalan di tempat” seperti keong. Coba cek, bisnis Anda kena salah satu, atau semua?
Penyakit #1: “Desain ‘Asal Berani’ (AB)” Orang Surabaya itu terkenal berani. Itu bagus. Tapi kalau “berani”-nya salah tempat, jadi bencana. Ini yang saya sebut “Desain Asal Berani”.
Wujudnya: Berani pakai 7 font berbeda dalam satu spanduk. Berani “menabrakkan” warna hijau stabilo dengan ungu mentereng. Berani pakai outline (garis pinggir) di semua tulisan biar “tebal” dan terlihat jelas.
Contohnya: Anda lihat spanduk depot pinggir jalan. Tulisannya “SEDERHANA”, tapi desainnya ramai sekali kayak pasar malam. Warnanya pelangi. Niat hatinya “menarik perhatian”, tapi yang lihat malah “sakit mata”.
Akibatnya: Desain seperti ini langsung berteriak ke telinga pelanggan: “SAYA MURAHAN!” “SAYA AMATIR!” Bisnis Anda tidak akan bisa punya image premium. Mau jual sedikit lebih mahal saja, pelanggan sudah mengomel.
Penyakit #2: “Nggak Konsisten Akut (Inkonsistensi)” Ini penyakit berat, Bos. Bisnisnya tidak punya “wajah” yang jelas. Seperti bunglon.
Wujudnya: Desain di feed Instagram “estetik”, minimalis, bersih, mencontoh brand-brand Jakarta. Keren. TAPI… pas pelanggan datang ke toko fisik, spanduknya “dangdut” (norak), warnanya belang-belang.
Contohnya: Online shop fashion. Di Instagram feed-nya monochrome, classy. Pas customer beli, eh, notanya masih pakai nota NCR jadul yang ada gambar kartunnya. Pas terima paket, packaging-nya pakai stiker yang logonya beda lagi. Pelanggannya bingung, Bos! “Ini yang benar yang mana, sih?”
Akibatnya: Brand Anda tidak “menempel” di otak pelanggan. Tidak ada brand identity. Kalau tidak ada identitas, bagaimana caranya orang mau repeat order? Bagaimana caranya orang mau trust (percaya)?
Penyakit #3: “Terlalu ‘Dagang’, Lupa ‘Cerita'” Mentalitas pebisnis Surabaya itu sat-set, yang penting profit. Benar. Tapi kadang kebablasan. Semua materi promosi isinya hanya “dagang” saja.
Wujudnya: Spanduk isinya “PROMO!”, “DISKON 50%!”, “BUY 1 GET 1!”, “MURAH BANGET!”. Semua berteriak “HARGA”.
Contohnya: Buka Tokopedia atau Shopee. Lihat 100 toko yang jualan barang sama. Semua bannernya “OBRAL!”, “HARGA ANJLOK!”. Nggak ada yang “bicara” apa keunggulannya selain harga. Nggak ada yang “bercerita” kenapa produknya lebih baik.
Akibatnya: Anda terjebak di “perang harga berdarah-darah”. Saling banting harga sampai habis-habisan. Profitnya jadi tipis. Desain yang bagus itu bisa “bercerita”, bisa membangun value (nilai). Jadi Anda tidak perlu adu murah terus-terusan.
Penyakit #4: “Kalah ‘Ganteng’ sama Tetangga Sebelah” Ini yang paling nyesek. Kompetitor Anda, yang (mungkin) kualitasnya di bawah Anda, bisa lebih laku. Kenapa? Karena “bajunya” lebih bagus.
Wujudnya: Produk Anda lebih enak. Kemasan Anda polosan. Kompetitor produknya biasa saja. Kemasannya “ganteng”, bersih, profesional.
Contohnya: Anda jualan kopi di Rungkut. Kopinya paling enak se-kecamatan. Tapi cup-nya polosan, stikernya cuma print hitam putih. Sebelahnya ada coffee shop baru, rasanya standar, tapi cup-nya keren, logonya bersih, desain menunya minimalis. Yang antri yang mana, Bos? Yang “ganteng”, kan?
Akibatnya: Anda kehilangan profit yang seharusnya sudah di depan mata. Orang zaman sekarang “beli pakai mata” dulu, baru “beli pakai lidah”.
Penyakit #5: “Meremehkan Packaging (Masalah Bisnis Oleh-Oleh)” Surabaya itu gudangnya kuliner dan oleh-oleh. Sambal, kerupuk, almond crispy, spikoe. Potensinya “monster”! Tapi banyak yang “mati” gara-gara packaging.
Wujudnya: Masih pakai plastik kiloan. Ditempeli stiker yang di-print di rumah, tintanya luntur kalau kena air. Botol sambal pakai botol bekas yang ditutup selotip.
Contohnya: Sambal “Bu Yem”. Pedasnya nampol, rasanya medok. Tapi wadahnya “menjijikkan”. Bagaimana caranya mau “naik kelas” masuk supermarket nasional? Bagaimana caranya mau dijual 3x lipat di Jakarta atau diekspor? Nggak bisa, Bos!
Akibatnya: Gagal scale-up (berkembang). Bisnisnya hanya segitu-segitu saja. Padahal kalau packaging-nya didandani, perceived value (nilai) bisa naik 100%. Harga bisa naik, profit bisa lebih tebal.
Baca juga:
Kenapa Jasa Desain Grafis Surabaya Profesional adalah 'Senjata Perang', Bukan 'Biaya'
Juragan, ubah mindset Anda. “Desain” itu bukan “biaya”. Desain itu “INVESTASI”. Lebih tepat lagi, desain itu “SENJATA PERANG”.
Di Surabaya, bisnis itu perang. Nggak ada ceritanya bisnis “santai”. Semua berebut pasar.
Anda nggak mungkin “perang” pakai “bambu runcing” (desain amatir) melawan kompetitor yang pakai “tank” (desain profesional dari agensi). Ya hancur Anda!
Membayar jasa desain grafis Surabaya yang profesional itu artinya Anda “beli senjata” untuk:
Meningkatkan “Perceived Value”: “Baju” yang bagus bikin produk Anda kelihatan “mahal”. Anda jadi berani jual lebih mahal.
Membangun “Trust”: Kalau desainnya bersih, profesional, orang langsung berpikir, “Wah, bisnis ini serius, nggak abal-abal.” Kepercayaan itu pondasi profit.
Jadi “Pembeda”: Biar produk Anda nggak “kembar” kayak 100 toko lainnya di Tokopedia. Biar orang langsung “mengenali” brand Anda.
Baca juga:
chemproject.id: Partner 'Sat-Set' yang Mengerti Caranya 'Menyalip' Kompetitor
Pebisnis Surabaya itu tidak suka yang ribet. Tidak suka yang lelet. Tidak suka yang kebanyakan basa-basi. Butuhnya partner yang sat-set (serba cepat) dan mengerti maunya.
Nah, chemproject.id itu bukan agensi “manis” yang kebanyakan bicara. Kami adalah partner strategis remote yang fokus pada HASIL.
Proses Kami Cepat (Sat-Set): Nggak pakai drama. Brief Anda jelas -> tim kami eksekusi cepat -> revisi praktis -> beres. Nggak pakai lama.
Kami Fokus ‘Profit’ Anda: Desain kami bukan hanya “bagus” buat pajangan. Desain kami “MENJUAL”. Kami pikirkan layout-nya, CTA-nya (Call to Action), biar orang langsung pengen beli.
Harga Kompetitif (Value-for-Money): Kami mengerti pebisnis Surabaya itu hitungannya profit. Kami menawarkan value-for-money terbaik untuk investasi desain Anda.
Baca juga:
Ciri-Ciri Jasa Desain Grafis Surabaya yang 'Abal-abal': Jangan Sampai Rugi!
Hati-hati, Bos. Banyak jasa desain grafis Surabaya yang “abal-abal” di luar sana. Jangan sampai Anda sudah bayar tapi malah rugi.
Ini ciri-cirinya yang abal-abal:
Portofolionya ‘Begitu-gitu Saja’: Dilihat semua hasilnya mirip. Nggak bisa menyesuaikan dengan karakter klien. Itu namanya pakai template.
Harganya ‘Keterlaluan’ Murahnya: “Logo 50 ribu, Bos!” Hati-hati. 99% itu pakai template atau ambil dari Google. Nggak ada orisinalitasnya, nggak bisa didaftarkan HAKI.
Kerjanya Lelet: Anda WA sekarang, dibalas besok. Dimintai revisi, menghilang seminggu. Nggak cocok sama sekali dengan ritme bisnis Surabaya yang harus sat-set.
Nggak Banyak Tanya: Ini yang bahaya. Anda brief “pokoknya bagus”, dia langsung “oke, siap”. Desainer profesional yang benar itu akan “menginterogasi” Anda dulu: Siapa target pasarnya? Siapa kompetitornya? Apa bedanya produk Anda?
Penutup: Berani Modal Harus Berani 'Dandan', Bos!
Juragan. Zaman sudah berubah. Nggak bisa lagi mengandalkan “modal berani” dan “produk enak” saja.
“Baju” bisnis Anda harus “ganteng”, harus “keren”, biar bisa “menang perang”. Berhenti “sayang uang” untuk investasi yang namanya visual. Kompetitor Anda tidak tidur, Bos.
Siap “menyusul” kompetitor Anda di tikungan?
Nggak usah kelamaan! Tim chemproject.id siap “dandani” bisnis Anda biar siap tempur.
Klik di sini untuk konsultasi cepat dan gratis. Mari kita bahas profit!